
| |
"Aku bernama..... telah melamar .... mengharapkan mau menerima dengan apa adanya keadaanku," katanya singkat penuh makna susah diutarakan dalam kata-kata maupun tulisan. seketika senyumku mengembang. mataku berkaca-kaca tak jelas maknanya, haru, sedih, atau malah hambar. kejadian malam itu terasa cepat, waktu seperti berlari mengejar sesuatu hingga pagi tiba dengan beriringan adzan shubuh tiba. "Kang, sholat dulu. besok disambung lagi." kataku singkat untuk mengakhiri percakapan. kutatap matanya yang masih menyimpan rasa kurang puas dengan keputusanku untuk mengakhiri obrolan. "Aku diterima tidak? ijinkan aku menjadi imam bagi anak dan dirimu. atau mungkin sholat istiqaroh, supaya Allah sendiri yang akan memberi petunjuk untuk kita berdua." pesan dan nasehatnya sebelum dia benar-benar melepaskan kepergianku. "Baiklah, aku trima sampean. semua keputusanku, kuserahkan padaNya. Ini no telepon keluargaku bila sampean ingin bershulahturami kepadanya. terima kasih semuanya, semoga percakapan malam ini membawa manfaat bagi kita dan memberikan jalan terbaik." jawabku sebelum meninggalkan dia sendiri dalam tatapan mata teduhnya. bila mengingat asal dan awal pertemuan dulu, tidak menjadikan rencana bahwa akhirnya aku akan menikah dengan dia. memang jodoh suatu takdir yang misterius. kini aku harus mencoba menerimanya, sebab kita kenal baru tiga minggu langsung bicara dan komitmen untuk menikah. yah, menikah saling melengkapi kekurangan dan menyatukan pikiran berbeda supaya sejalan. saat itu, aku sempat menyebutkan siapa aku dan tepak terjangku dalam usaha dan bersosial. bahkan aku ungkapkan pula kalau diriku selama masih bernafas tetap ingin mencari ilmu positif tanpa ada yang bisa melarang keputusan ini. hmmm... tidak menjadikan masalah baginya. Dia laki-laki yang kehilangan anak dan istrinya karena kekerasan mertuanya yang telah memegang adat istiadat dalam rumahnya. yaitu persatuan keluarga yang serba ketat dan tidak ada kebebasan anak maupun mantu untuk mandiri dalam membangun rumah tangga. hingga akhirnya perceraian paksa harus terjadi pada rumah tangganya. sedangkan sang istri lebih memilih ngabdi pada pikiran keluarga daripada mengabdi pada suaminya. bahkan tega memisahkan kasih sayang ayah dengan kedua anaknya yang masih kecil. "Aku dosa apa dengan istri dan anakku, hingga mertuaku tega memisahkan kita. oh, salahkah kalau aku mngajak istri dan anak hidup mandiri? aku laki-laki yang punya wibawa dan tanggung jawab besar terhadapnya, terutama anak dan istri. tidak... ini bukan cita-citaku menjadi laki-laki di setir oleh mertua tidak boleh hidup mandiri, semua kerja untuk keluarga besarnya." keluh kesahnya saat itu dengan mata sebab oleh air mata. Kuperhatikan dan kudengarkan kata-katanya yang penuh keputusasaan dan ketidak berdayaan karena sikap mertuanya. hmm... kehidupan bagai film, yah sudah disutradari olehNya. "Sudah diam. semua sudah terjadi. tapi sampean tidak mungkin terus begini meratap tanpa berbuat sesuatu untuk mengubah hidupmu. cepat kemas masa lalumu itu, kemudian bungkus dengan toples baja dan simpan jauh-jauh. hiduplah baru dengan rencana-rencana yang baik." pesanku lirih. "aku mohon, jadilah pendampingku, jadilah ibu bagi anak-anakku.... "Kalau kau sdah menerimaku, segera aku akan melamarmu.. kapanpun kau berikan waktu untuk datang pada keluargamu." "Kang, aku menerimamu. meskipun baru kenal. semua aku percayakan padaNya. silahkan kapan saja sampean ingin datang, datanglah... tapi aku tidak bisa pulang sebelum tahun depan itu." penjelasanku. Dengan deraian air mata dia, bersujud mengucap syukur padaNya. begitu juga aku yang duduk disampingnya saat itu mengamini setiap kata demi kata mengalun indah dalam doanya. Oh.... tahun depan 2009... tahun terakhirkah aku berada di Hongkong? Semoga.....
"Ndok, BBM naik lagi. jadi bapak dan ibu tidak jadi ke magetan karena perjalanan magetan surabaya pulang pergi habisnya bensin banyak,"isi sms bapak hari lalu. Geli saat baca sms itu, tapi aku tidak memaksa mereka menjenguk putri, cucunya. Begitu juga saat aku ngecel email wahhh.... banyak memosting kenaikan BBM yang ada di tanah air, aku hanya mengelus dadaku, sedih. Meskipun demikian, aku hanya bisa berdoa, supaya dapat kembali semula, memang dalam logika mustahil secepat itu akan menurun, tapi karena aku yakin dengan kuasa Allah, pasti suatu saat akan kembali seperti semula. padahal belum lama aku mendengar dari seorang teman kalau ada warga Semarang telah membunuh kedua anaknya hanya alasan ekonomi yang semakin menghimpit warga miskin terutama. kalau dirasakan oleh orang yang ber-uang juga, tidak seberapa pahit dengan yang dirasakan oleh warga miskin. begitu juga kejadian tadi saat kepasar, saat belanja sesuai keinginan majikan menu makan malam masak tahu, apa yang terjadi... pasti pembaca bisa menebak, harga tahu naik juga. ini dikawasan pasar Wan Chai tetapi bila di kawasan lain aku tidak tahu. kalau awalnya tahu yang agak keras satu isis kotak hanya dua dollar sekarang naik tiga dollar, wah... aku hanya bisa geleng-geleng kelapa.. eh kepala.... sama dengan harga BBM di tanah air.. Didalam mobil, aku sama teman yang sama-sama indo mengkruskan harga 2 kotak tahu dengan uang rupiah. wah... harga dua tahu di Hongkong sama dengan harga BBM dapat satu liter seperempat he he he.... jadi ingat pertama kali menginjakkan kaki di Hongkong, juga berbuat demikian. kalau beli apapun selalu aku kruskan dengan rupiah, kalau jadi banyak aku tidak jadi beli. tapi pikiran itu bertahan hanya beberapa bulan, sebab bisa-bisa aku kelaparan karena tidak jadi beli makanan. Begitu juga dirumah majikanku sekarang. dia menerapkan kalau beli apapun mintanya yang bagus, segar, dan baru meskipun mahal tidak masalah. pedoman ini kupakai khusus buat kebutuhan majikan karena uang dari dia. Tapi, kalau buat kebutuhanku sendiri jelas tidakkk layau... bisa bangkruttttt kalau aku munya yaubeng yauleng, artinya murah dan bagus sekali.. he he he.... Hongkong maupun Indonesia sama saja... apa2 mulai naikkkkk tut...tut...tut... harga bahan makanan dan kebutuhan lainnya.......
Tepat tanggal 4 april, jum’at di Hongkong tanggal merah. Semua pekerja libur begitu juga Buruh Migran dari manca asia. Tetapi semua juga tergantung majikan masing-masing. Begitu juga aku, tidak mendapat libur kecuali hari minggu. Kebetulan tepat hari itu, majikan pagi-pagi sudah pergi dan pulang baru hari minggunya. Siang, jam kepasar aku gunakan pergi ke masjid wan chai. Lalu terus jalan menuju ke kantor dompet dhaufa daerah causwbay. Dari masjid wanchai kalau melewati pasar sangat dekat, maka aku jalan nerabas melalui pasar dab time square. Disaat depan mall pandanganku tertuju pada daerah antrian taxi. Seketika pandanganku blandang kemana-mana. Kulihat banyak taxi sedang antri, didepan restaurant banyak pembali antri, depat gedung bioskoppun juga antri. Hmmm…. Semua serba antri, bahkan kekamar mandipun juga antri. Di Hongkong tidak ada yang tidak antri, semua serba antri karena demi kenyaman. Adanya pandangan itu, pikiranku melayang jauh dan dalam hati bicara. “Bahwa aku juga antri.” Antri apa hayoo… yang jelas tidak antri ke kamar mandi, beli makanan, naik taxi, atau melihat film. Tapi, antri menunggu panggilanNya. Yah, menunggu panggilan Sang Pencipta. Tentunya tidak hanya aku, semua mahkluk hidup yang ada didunia ini. Menurut renunganku saat itu, bahwa kita semua sedang antri menunggu panggilanNya. Bahkan panggilan itu tidak menilai dari segi siap atau tidak. Kalau memang sudah menjadi kehendakNya, pasti terjadilah hal itu. seperti yang tercantum dalam Yunus 107. Sungguh besar kuasa dan anugrahnya. Begitu juga dengan sopir taxi itu tadi. Taxi itu akan siap jalan dipanggil penumpang, si penumpang tidak akan memikirkan siap tidaknya si sopir untuk jalan. Entah saat menunggu antrian sambil makan, tidur, baca koran, atau sedang ngobrol telepon. Lalu bagaimana dengan kehidupan kita untuk ngantri panggilanNya? Tentunya sama, bermacam-macam aktifitas manusia di dunia untuk ngantri panggilanNya. Memang, hal sepele ini kalau kita tidak merenungkan, kita tidak akan merasakan bahwa sewaktu-waktu kita akan mendapat panggilan. Sehingga, ada dalam pikiran hanyalah kebutuhan duniawi saja. Kalau aku boleh ibaratkan, manusia yang ada di dunia seperti ikan dalam kolam renang. Kenapa? Karena semua apa yang kita petik sesuai berapa gesitnya kita dalam berenang melawan air itu tadi. Seperti, satu kolam ada beberatus ikan, lalu kalau kita amati tidak semua ikan itu sama kekuatan untuk berenang. Ada ikan yang renang santai, tapi dinikmatinya, ada juga berenang dengan cepat meskipun harus menepak temannya yang penting mendapat kepuasan, ada juga pelan sekali seolah tidak ada semangat dan masih banyak lagi. Kemudian, bagaimana dengan saudara? Ikan yang mana anda pilih. Apakah yang tenang, gesit tapi curang, atau mungkin yang malas. Maka, kata antri tadi kita hubungankan dengan panggilanNya masih bisa nyambung. Kemudian, disaat antri itu, apakah yang terbaik kita lakukan selama di dunia. pastinya satu orang dengan orang lainnya sangat berbeda-beda. Begitu juga aku, pastinya juga berbeda dengan pikiran pembaca. Aku mempunyai keinginan hidup sangatlah simple. Aku ingin terus giat bekerja, belajar ilmu agama atau ilmu lainnya yang bersifat positif, selalu dekat pada Allah dan selalu berpikiran positif dalam menerima takdir Allah SWT. Pasti semua orang mempunyai banyak macam cita-cita selama masih diberi kesempatan hidup. Begitu juga dengan diriku. Aku tidak akan perduli apa kata orang tentang orang lain. Kadang juga sedih kalau ada teman, yang hanya punya pikiran bahwa wanita tidak perlu belajar tinggi-tinggi toh nanti juga jadi ibu rumah tangga. Kalau menurutku, sambil menunggu panggilanNya alangkah baiknya kita tetap mencari ilmu sebanyak mungkin. Karena dengan ilmu kita akan semakin tahu dan banyak beramal dengan ilmu tadi. Mencari ilmu tidak perlu harus sekolah atau kuliah, kita mendengarkan dakwah, membaca buku, itu sudah termasuk mencari ilmu. Bukankah demikian? Selain itu dalam islam juga mengajarkan kita untuk terus mencari ilmu sampai akhir hayat. Atau bisa dengan peribahasa, carilah ilmu sampai ke negeri chinapun. Semoga dengan ini bisa kita jadikan renungan untuk diri sendiri. Kita termasuk ikan yang mana? Sudah siapkah menerima panggilanNya? Dengan aktifitas apa kita isi selama didunia dalam antrian?
Malam itu sejarah bagi keluargaku. setiap orang menitikkan air mata saat melihat wajahku. aku tidak mengerti apa alasannya, tapi aku juga tidak ingin bertanya. Bibirku terasa kelu untuk menanyakan alasan mereka menangis. Tapi, keingintahuku semakin menjadi. Dengan langkah ragu aku mendekat pada Simbok yang merawat Putri buah hatiku. "Kenapa kok pada nangis," tanyaku pada mereka. "Ndok, apakah hatimu benar-benar trima dengan kelakuan Sony. aku lihat tidak ada kesedihan di sinar matamu," tanya simbok yang merawat putri. Kutatap ibuku. matanya basah dengan air mata. aku tidak sanggup mengucapkan kata-kata, selain menarik nafas panjang lalu aku hembuskan keluar lagi. kutinggalkan mereka dalam kesedihan. "Mas sony, tolong di foto itu semua jama'ahnya, aku tak ngajak ngobrol temanku yang baru datang. kutatap rintik-rintik air hujan. bayanganku kembali ke sembilan tahun yang silam. saat aku sedang mengandung putri. dengan berjuang sendiri mempertahankan bayi yang aku kandung tetap hidup. tapi ayah dari anakku justru menggelar pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya. selama sembilan tahun aku ditinggalkan begitu saja, dan kini kita bertemu dalam acara aqikah anaknya. yah, ini pertama kita bertemu selama sembilan tahun berpisah. tidak ada rasa benci, marah, atau ingin mencakar mukanya. yah, semua sudah iklas dengan perbuatannya yang tidak punya perasaan. "Eeeittt kok malah melamun," sony mengagetkan aku. dia adalah ayah dari anakku yang menelantarkan selama sembilan tahun. "Dik, aku heran. kok sampean tidak ada perasaan benci sama aku. aku merasa bersalah dan heran sekali dengan sikapmu." tanyanya dengan sikap serba salah. "Mas, kalaupun aku marah, semua tidak mungkin balik lagi ke masa-masa kita masih bersama. jangan ungkit lagi masa lalu, sekarangan hatiku sudah tenang. aku mengundangmu bukan mengajak kembali, karena aku tahu sekarang kamu punya istri muda dua. tapi ini semua demi putri, ingat itu," jawabku tegas sambil berlalu meninggalkan sendiri di depan mushola. Kutatap air hujan yang kian deras. kesejukan hati telah aku rasakan saat ini. Perasaan lega menjalar persendianku, karena jauh dari fitnah penduduk kampung Simbok tempat Putri berteduh... Kini, aku bisa membuktikan bahwa Putri mempunyai bapak. dan begitu juga aku bisa membuka mata keluarga suamiku, bahwa aku bisa memberi nafkah anakku sendiri tanpa minta pada mereka. Ini semua berkat pertolongan Allah. Yah, Dia maha adil dan pengasih pada hambaNya.... "Semoga Allah selalu memberikan pencerahan dan pertolongan buat Mas Sony, sehingga dapat menyeleseikan masalahnya dengan kedua istri mudanya." doaku dalam hati. (ingin tahu sambungan kisah ini? tunggu cerpen / novelnya)
"Aku ingin putus hubungan denganmu," teriak Dar dengan wajah garang penuh emosi. Dadanya naik turun karena rasa jengkel dan marahnya pada Mas Nyam. Pertempuran sengit terulang kembali malam itu. Hingga membuat gaduh seisi ruangan kamar yang tidak terlalu lebar. "Oh, cintaku Dar, jangan kau putuskan hubungan ini. aku sangat mencintaimu, sungguh aku tidak dapat hidup tanpamu." rengek Nyam pada kekasihnya. Tapi, dengan rayuan maut Nyam justru sebaliknya tidak membuat Dar senyum tetapi membuat darah Dar mendidih. Dengan langkah cepat tangan Dar siap menampar Nyam, tapi belum sempat melayangkan senjata mautnya Nyam mengambil ancang-ancang. "Jangan.. tinggalkan akuuu.... kumohon kepadamuuuu.... tak sanggup diri ini iiii hidup tanpa dirimuuu..." suara Nyam mendendangkan lagu Jamal mirdat sambil membuka tangannya lebar-lebar seolah ingin mendekap Dar. Bayangan Dar pada korban-korban keburtalan Nyam menari didepan mata. seolah mengingatkannya suapaya tidak tertunduk dengan rayuan Nyam. "dar.. kamu harus kuat, jangan hiraukan rayuannya. Ingat itu."suara halus dalam hati dar mengingatkan. "Tidak. aku harus bisa mengalahkan hawa nafsu ini. dengan segenap kekuatan dariNya aku harus singkirkan Nyam dari dunia." ancamnya dalam hati. "Uhh.! daras kurang ajar kau. aku tidak mencintaimu, aku benci pada dirimu dan aku tidak akan terpengaruh dengan rayuan gambalmu, tahu..! aku yakin kau hanya ingin menghancurkan hidupku dengan rasa sakit yang akan kau curahkan dalam hidupku hinggga darah segarku habis." teriak dar dengan siap-siap kun funya gaya saolin. "Tidakkk.... !!! aku tidak akan menyakitimu. sungguh percayalah padaku sekali ini saja. aku ingin membawamu ke surga bertemu dengan artis idolamu. yah, bukankah nike ardila, mayang sari, dono kasino indro dan juga pak harto mereka adalah orang-orang yang kau cintai?" ujar Nyam dengan rayuan rasa jengkol bikin hati mendongkol. "Iya betul. tapi aku tidak mau bertemu mereka karena kamu. aku ingin bertemu mereka karena panggilanNya. Aku harus melenyapkanmu di dunia ini. kaua sudah banyak memakan korban kebiadapanmu, bahkan kau tidak punya perasaan telah melenyapkan anak-anak kecil juga." kata-kata Dar semakin tajam dengan amarah yang tinggi. "Awasss... ..! Plakkkkk....!" suara pukulan Dar yang mengenai kaki Nyam. "Oh, dar I love you...... "Plaakkkkk...! plakkkkk...! dua tamparan tepat mengenai sasaran. "dar, selamat tinggal. kita pasti akan bertemu dialam yang lain. maafkan aku dar." rintih Nyam lalu memejamkan mata melayang dialam yang lain. "Hmmm .... mampus kau Nyamuk... gara-gara kamu demam berdarah merajalela dimana-mana... selamat jalan nyamuk genit jangan datang lagi ke kamarku. "tidur nyenyak ah..... nyamuk sudah mampus.
Ceritanya saya cuti ke tanah air diantar pesawat garuda maksudku aku naik pesawat garuda...... tepat tanggal 29 januari kemarin aku berangkat dari Hongkong. Baru pertama kali aku cuti naik pesawat garuda, yah sekali-kali deh naik pesawatnya milik sendiri sekalian melihat situasi bandara jakarta. "Aduh... pramugarinya manis... manissss.. deh... kayak gula jawa... belum lagi banyak lagi makanan yang disediakan weleh... tambah suuuueneng aku ... maklum jago ngemil.. he he he... sesampai dari bandara jakarta tepat waktu, dan rombongan yang transit ke surabaya sekarang tidak usah melewati terminal 3 jadi aman-aman saja. Setelah chek in langsung kumpul diruang tunggu... ehh lupa aku diruang berapa... tapi yang jelas ada deeh.... Hmmm.... jadwal penerbangan ke surabaya pada pukul 21.05 malam hari... hati sudah tidak sabar ketemu keluarga nih... cerita ama teman-teman ngalor ngidul... sampai-sampai tidak terasa sudah pukul 22.00 tidak berangkat-berangkat... eh, ternyata ada kerusakan pesawat dari surabaya kejakarta... akhirnya menunggu pesawat lain deh..... gelisah telah memasung perasaan.... bahkan aku sempat pikiran menerawang dikejadian pesawat garuda yang mengalami kecelakaan.... hati sambil berzhikir menenangkan diri sendiri.... tidak berapa lama pengeras menjerit memberi informasi kalau pesawat ada gangguan... terpaksa penerbangan di undur pukul 12.05 tengan malam.. Nah... lho apa dak pusingggg deh.... tapi ada obatnya... he he he ...semua penumpang yang transit ke surabaya ditraktir dirumah makan... wah... lupa lagi restauran apa... yang jelas didalam bandara situ seh.... tapi jatahnya satu orang tiga puluh ribu lumayan khan... kalau ada harga lebihnya... apa hayoooo.. he he pasti sudah tahu bayar sisanya sendiriiiiiiiiiiiii tak apa lah... sekali-kali nostalgia ama garuda n ditraktir lagi....... semoga tidak ada kerusakan dan tidak ada keterlambatan terbang lagi.... tapi yang jelas aku tidak kapok naik garuda lagiiiiii
"Waittt.....!" teriaknya keras membuat seisi kamar berantakan seperti kapal pecah. "Ada apa kok teriak-teriak, bikin telinga sakit tahu," bentakku sambil terus menatap setumpuk buku untuk calon distributor iqro. "Benar nih hatiku tidak sakit. Jeng, dia udah keterlaluan deh sama kamu. Kurang apa sih baiknya kamu, kok dia bisa berbuat seenaknya sendiri. aduhhh... jeng kok diam saja sih. jawab dong," celotehnya sewot. Kutatap seisi kamarku yang berantakan karena seprei yang baru aku cuci belum dipasang. kusandarkan kepalaku didinding sambil menatap langit-langit kamar. anganku kembali saat bertemu dengannya, yah saat dia ungkapkan niat hatinya. Salahkah aku mencoba menerima hatinya hadir dalam kehidupanku? Oh, tidak... aku tidak boleh menjadikan ini semua sebuah beban bagi hidupku. "Aku tidak sakit hati atau membencinya. Apapun yang dilakukan kalau dapat membuatnya bahagia dan puas, aku iklas. "Tapi jeng, kamu harus bersikap tegas terhadapnya. kamu bukan boneka yang seenaknya sendiri dipermainkan. dan.... "Cukup...! Aku iklas. ijinkan aku tenang dalam kehidupanku sendiri. biarkan aku sendiri menatap kehidupan, dan aku ingin tenang dalam khayalan mimpi malam. "Sungguh aku sangat salut dengan dirimu. banyak orang yang menyakiti hatimu, tapi kau dengan mudah memaafkannya. jangan kwatir aku akan selalu menyanyangimu, menghiburmu, dan selalu setia menemani jalan langkah imaginasimu pergi," hiburnya sambil menebarkan senyum cerah tatapan sinarnya yang terang. "Renungkan dalam Yunus 107 yang berbunyi "Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikkan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-NYa dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" "Iya aku mengerti sekarang. OK aku dukung dengan sikapmu sekarang tapi aku mohon jangan ijinkan ada orang lain menyakiti hatimu. Aku bilang begini bukan berarti bosan menerima curhatmu, tapi aku ikut sedih. seandainya aku dapat berwujud dihadapanmu, mungkin aku akan menikahimu dan membahagiakan kamu dan putri.... "Whatt...! apa aku tidak salah dengar. kamu akan menikahiku? emang bisa? tidak... tidak mungkin bisa dan mustahil kalau kamu sampai bisa menikahiku. "He he he aku tahu. tapi aku bener-bener ingin selalu bersamamu sampai kapanpun. aku ingin selalu menemanimu dalam sepinya langkahmu. Dan aku sangat ingin memba...... "Cukupp..! cukup jangan kau katakan apa-apa lagi padaku. sampai kapanpun kau tidak akan bisa menikahiku. ingat, sampai kiamatpu kau tidak akan bisa menikahi aku. karena kau hanya sebuah laptopppppppp!!!!!
Hmmm ... ceritanya lagi kangen ama putri, nih... Pulang dari pasar, saat nunggu bus antar jemput aku teringat putri. "Telepon dulu ah... ," batinku. biasa para kawula babu kalau diluar rumah tidak akan pisah ama Hp. Benda kecil yang ajaib. sebab bila sudah dirumah, kunci rapat deh ini mulut. Takut simbok alias majikan ngoceh nyanyi halo-halo bandung bahasa china. dengan lincah tanganku pencet no hp putri. "tutt...tut.... "Assallamu'alaikum..." jawabnya dari seberang. "Walaikum salam. gimana khabarnya, Put?" tanyaku seketika saat mendengar suara bidadari kecilku yang renyah dan super cerewet. "Put, gimana kabarnya? simbok dan bapak dimana? eh ini tadi kok langsung dijawab, emang putri lagi apa, sih?" tanyaku nerucus kayak jalan kereta. "Yang mana dulu jawabnya. hmmm... simbok dan bapak lagi panen rambutan. yah, hp nya khan putri gantungin ke leher, jadi langsung bisa jawab. "sudah makan sayang," tanyaku lagi. "ya sudah lah... emang sekarang jam berapa. Ibu ini kok yo aneh to.... welehhhhh.... putri...putri... tadi sekolah nilainya berapa hayoooo... ada deh... yang jelas tidak telur deh. jadi sudah tidak bisa dadar telur he he he karena nilainya seratus." celotehnya. aku sedikit terharu, bila putri sudah mau ngobrol ama aku. semenjak tak belikan hp aku lebih semakin dekat denganya.... wwuuuiiihhh suueneng deh.... tapi sekarang semakin gaya n sudah berani ngritik segala. baru kemarin aku dapat kritikannya. Begini, dia tepat tanggal 9 maret utah yg ke-9 tahun. nah, aku telepon dan kasih ucapan. lalu aku tanya minta hadiah apa. ternyata minta hadiah tas warna pink. Dengat semangat aku mencari tar warna pink mau aku titipkan ke teman yang akan pulang. "Aku harus bisa membelikan. ini pertama kali putri mau minta sesuatu," ujarku pada diri sendiri. e.. e ternyata tidak aku temukan tas yang sesuai permintaa putri. hmmm.... terpaksa deh titip uang, lalu nyuruh mas... membelikan. ternyata, putri seneng jadi aku pun ikut suueneng, deh. sampai-sampai air bendungan muncrat juga deh dari telaganya. setelah beberapa ngobrol ngalor ngidul. tidak dinyana putri komenyar yang membuatku klepek-klepek.. "Kenapa yang ngantar tasnya Pak Andre, kok bukan ibu." tanya saat itu "Ibu khan kerja di Hongkong. jadi tidak bisa datang saat putri ultah." jawabku bijak. "Khan ibu bisa naik pesawat to. iiihhh putri ultah ibu tidak pernah datang, kok seneng banget sih di hongkong. apa tidak pingin nasi kuning buatan simbok ya," celotehnya yang sedikit ngritik. deg... hatiku langsung deh trenyuh dengan kata-katanya. hiks... maunya sih ingin dekat putri tapi keadaan belum memungkinkan. "Maaf ya sayang. InsyAllah ibu pulang, ok." jawabku singkat. ceritanya malu nih ama putri he he he... alihkan pada pembicaraan topik lain ah.... "Put, bilang ke bapak kalau ibu nanti telepon." amanahku pada putri. "Jam berapa?" tanyanya. aku garuk-garuk kepala yang tidak gatal sambil mikir-mikir. "Uh... kok lama banget. aku lagi main pit-pitan, lho." brontaknya dengan jengkel. "Ya udah tar malam aja telepon, titik." ujarnya tegas. "Welehhh... putri marah, nih. ok tar malam sayang. ibu pamit dulu, ya. wasalam... "Walaikum salam....." jawabnya. lalu tutt...
HUKUM ONANI- MASTURBASI Hafiz Firdaus Abdullah Masturbasi atau Onani (bhs Arab: Istimna) ialah suatu perbuatan merangsang diri sendiri dengan tujuan mencapai kepuasan tanpa pasangan yang sah. Persoalan yang sangat penting untuk dicari pemecahannya karena sudah sangat parahnya kondiri masyarakat islam. Onani adalah suatu perbuatan yang dipandang sebagai dosa besar di sisi Islam, demikian menurut mayoritas para fuqaha. Imam Ashafie dan Imam Malik, mengharamkan perbuatan tersebut berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla dalam Al-Qur’an:”Dan mereka yang menjaga kehormatannya (dalam hubungan seksual) kecuali kepada istri atau hamba sahayanya, maka sesungguhnya mereka tidaklah tercela. Maka barangsiapa yang mengingini selain yang demikian, maka mereka adalah orang-orang yang melampaui batas. (Surat Al-Mu’minun 23-5,6,7){1} Penjelasan Imam As-Shafie dan Imam Malik, di atas diperkuat pula oleh riwayat berikut: Di Hari Akhirat Tuhan tidak akan melihat golongan-golongan ini lantas terus berfirman: Masuklah kalian ke dalam api neraka bersama-sama mereka yang (berhak) memasukinya. Golongan-golongan tersebut ialah {1}Orang-orang homoseksual, {2}Orang yang bersetubuh dengan haiwan, {3}Orang yang mengawini istri dan juga anak perempuannya pada waktu yang sama dan {4}Orang yang kerap melakukan onani, kecuali jikalau mereka semua bertaubat dan memperbetulkan diri sendiri (maka tidak lagi akan dihukum){2} Mengapa masturbasi dan onani diharamkan? Sebab ini akan hanya mendorong pelakunya untuk melakukan hubungan seksual yang selanjutnya. Nah pintu inilah yang ditutup oleh Islam. Menurut Shah Waliallah Dahlawi kegiatan ini juga berdampak pada aspek negatif priskologis si pelaku, perasaan malu, kotor dan berdosa menghinggapi. Sehingga ia tidak berani untuk mendekati laki-laki atau wanita yang ia sukai. Malu akan kelakuannya ini juga merupakan fitrah manusia.{3} Melakukan hal itu secara sering juga banyak membawa mudarat kepada kesehatan si pelaku, badan lemah, anggota tubuh kaku dan bergetar, penglihatan kabur, perasaan berdebar-debar dan pikiran tidak menentu.{4} Belum lagi hal ini akan mempengaruhi produksi berbagai organ reproduksi yang normal. Berkurangnya sel telur dan sperma hingga tidak bergairah.{5} Melazimkan diri dengan onani telah membuat pelaku menjauhi nilai-nilai moral serta akhlak tinggi yang menjadi unsur utama kemuliaan umat Islam. Namu, walau bagaimanapun sebagai ahli fiqh berpendapat bahwa onani-masturbasi dibolehkan jikalau seseorang menghadapi keadaan yang gawat karena luapan syahwat dan dia berkeyakinan bahwa dengan melakukan hal ini, ia akan meredakan syahwatnya dan dapat pula menghalangi dirinya dari terjerumus ke dalam sesuatu zina atau pelacuran. Setelah tentunya ia melakukan bergabai tindakan prefentif seperti puasa, dzikir dan shalat (QS Yusuf 12, ayat 32 dan 33). Kebolehan para ulama bukanlah bertujuan menghalalkan perbuatan tersebut tetapi ini didasarkan kepada kaedah usul fiqh yang menyatakan: Dibolehkan melakukan bahaya yang lebih ringan supaya dapat dihindari bahaya yang lebih berat. Di sini perlu diperhatikan bahwa, itu diperbolehkan dalam suasana yang amat penting. Bukan, dilakukan setiap hari dengan ransangan pula. Pertama dibolehkan atas dasar pertimbangan maslahat agama. Sedangkan yang kedua diharamkan atas dasar pertentangan dengan perintah dan nilai-nilai agama.{6} Sesiapa yang berusaha untuk menjauhkan onani-masturbari atas dasar taqwa dan iman kepada Allah Subhanahu waTa’ala, niscaya Allah akan mencukupinya. Insya-Allah hidayahNya akan membimbing seseorang itu menjauhi perbuatan nista tersebuat dan akan digantiNya dengan anugerah kelazatan jiwa dan kepuasan batin yang tidak mungkin tergambarkan melalui tulisan ini. Kesimpulan sementara: 1. Onani pada dasarnya adalah perbuatan yang haran di sisi Islam lagi bertentangan dengan fitrah manusia. 2. Setengah ahli fiqh membolehkan onani jika ia berkeyakinan bahwa dengan ini dapat mengahalangi dirinya terjerumus dalam kesalahan agama yang lebih beras. Namun, kebolehan ini bukanlah sebagai penghalal onani-masturbasi. Diamabil dari: {1} Imam As-Shafie dinyatakan dalam Reliance of the traveller, w37 oleh Nuh Ha Min Keller. Imam Malik dinyatakan dalam halal dan haram in Islam, pg 170 oleh Dr. yusuf Qardhawi. Perlu juga membandingkan pendapat Imam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Al-Muhalla dan Imam Ibnu dalam kitabnya Majmu Al-Fatawa. {2} Maksud riwayat yang disandarkan kepada Nabi Sallallahu-alaihi-wasallam, dikemuAfxakan oleh Imam azd-Dzahabi dalam Al-Ka’bar, ms 59 tanpa mengemukakan status kekuatannya atau sumber periwayatannya. {3} Shah Waliallah Dahlawi-Hujjat Allah al-baligha, 2/122. {4] Prof. Dr. Afzalur Rahman- Ensiklopedia sirah 5/25-26 dengan merujukan kepada ahli-ahli kesehatan {5} Prof. Dr. Hamka – Membahas soal-soal agama dan ensiklopidi hukum islam 4/1149. {6} Shaikh Al-Tantawi – Al-Fatawa, ms 1761; Prof. Dr. Yusuf Qardhawi-halal dan haram in islam, pg 171; Ensiklopidi Hukum Islam, 4/1148-1149. Ustad dari Malaysia.
Saat aku menulis ini, juga lagi perSama dia. Dia yang selama ini mengisi hari-hariku. aku suka menggodanya, habis dia bilang aku cewek yang rame meskipun aku suka bikin rame... tapi dia ada rasa kangen dengan keramaeanku.. he he he iihhhh aku jadi GR nih... Dia memberi sesuatu yang sangat aku perlukan yaitu buku jurnalistik, dan akan ngopi dari perpustakaan kampusnya. bahagia rasanya disayang oleh orang yang dekat di hati. udah ah... jangan ngomongin tentang hati... bikin ingin cepat pulang aja. hampir setiap hari kita bertemu di dunia maya. banyak yang kita bicarakan, mulai diskusi tentang kepenulisan, usaha, dan keadaan negara yang semakin semrawut oleh bencana dan saling banting merebut kekuasaan. kota besar semakin kejam. sedangkan orang desa semakin terjepit dengan harga pangan yang naik setinggi langit. sedangkan para pemuda yang seharusnya jadi tombak senjata memajukan tanah air pada lari terbirit-birit kenegara orang hanya karena dikejar dengan kebutuhan hidup yang semakin mahal. Hmmm.... dia pamit sholat ashar. dia baru saja menceritakan mahasiswa teater lagi mendiklat mahasiswa baru, dengan cara menggembleng mental yaitu dandan ala badut trus dipamerkan dimuka umum. aku jadi ingat saat pertama kali masuk di ummer madiun. saat itu, aku disuruh dandan menyamai suminten edan, bahkan disuruh teriak-teriak memanggil nama seorang laki-laki mahasiswa paling gantheng...wwuuiiihh.... pokoknya seru deh... bila membayangkan kala pertama masuk mahasiswa. Tapi sayang, aku tidak sampai selesei. hanya sampai semester pertama langsung keluar. aku lebih mencintai dengan petualanganku... aku lebih suka belajar dikeadaan alam atau keadaan kota besar. dengan ilmu yang nyata aku lebih cepat mendapat kedewasaan dan wawasan yang banyak. Tidak makan berhari-hari, naik satu truk dengan sapi, bahkan tidur di gerbong kereta api itu hal yang biasa bagiku. hanya satu yang belum terwujud, yaitu tidur bersama dengan orang-orang kumuh. aku ingin tidur dan makan bersamanya, berbagi cerita tentang getir pahitnya kehidupan kota. entah kapan kesampaian. dan keingianku yang terakhir ingin membangun rumah di puncak. disitu aku akan menghabiskan masa tua, bersama alam yang masih bersih belum tersentuh oleh kecanggihan alat teknologi. dan aku akan selalu menikmati sejuknya udara bersih, bernyanyi bersama burung-burung yang beterbangan kesana-kemari dengan punuh suka cita. aku akan selalu memandang hijuanya daun, lalu menghirup bau wanginya bunga yang mekar dari peraduan tidur malamnya tuk menyambut sang mentari. yah, hanya itu impian yang aku inginkan membangun rumah dipuncak dengan ala kerajinan tanah air, dengan gaya banguan yang alami..... hhmm... sebuah cita-cita sederhana tapi membawa kedamaian hati dan jiwa. semoga terkabul... dengan berdoa kepadaNya dan tetap semangat untuk berusaha dengan cara bekerja keras InsyAllah akan terwujud apa yang ada dalam impian.... amien.
"Dik... don't go away from me for the first time in my live, i feel no mean without you. dik i feel don't care who you are? dik.... honey. Isi SMS yang dikirim tadi pagi, entah pukul berapa datangnya. Tetapi, saat aku bangun dan melihat layar monitor ada satu SMS yang masuk. Hmm... aku sudah yakin dari dia. Dia yang aku kenal entah tahun berapa, tapi yang jelas kita sudah saling kenal lama. Aku mengenal hanya lewat dunia maya, dunia yang kadang penuh sandiwara dan kepalsuan dalam bertutur. Tapi, karena saling pengertian dan kejujuran yang pernah kita tanamkan akhirnya kita dapat bertemu di dunia yang nyata. Bahkan dengan jujur aku tetap sama seperi saat di cam maupun nyata. ternyata cam yang ada di laptopku tidak mempermak aku menjadi bidadari kayangan. saat belum ketemu didunia nyaka kau hanya sebagai teman curhat, teman berbagi masalah atau teman untuk diskusi tentang apa aja yang terjadi di negara kita. aku masih ingat saat dia emosi karena keinginan Ibunda yang bertentangan dengan keinginanya. dengan garang dia mencurahkan segala kejengkelan, kemarahan, bahkan ketidak senangnya hidup selalu disetir dengan orang tua. dia mengambil keputusan ingin menjadi pendeta. saat itu aku menerima SMS dia sewaktu pulang dari pasar, aku hanya tersenyum geli setelah membacanya. bahkan aku balas dengan uacapan selamat kalau ingin jadi pendeta, bahkan aku juga akan menyumbang padanya sebuah Alkitab. Balasan itu aku tujukan untuk mendidik dia untuk berpikir dulu lebelum mengambil keputusan. tapi kini dia lebih dari hubungan teman, kita saling mengisi hari-hari. dia selalu memberi aku semangat, mengawatirkanku, dan memperhatikan aku. hubugan jalan lancar, biasa saja mengalir seperti air mengalir dari segala apa yang kita panjatkan dimalam-malam doa. Mungkinkah ini hanya sebuah mimpi? pertanyaan yang membayangiku setiap aku teringat dia. mungkin tidak dan mungkin iya. karena semua segala kehidupan sudah ada yang mengatur. ada juga rasa takut jauh darinya. tapi ada pula perasaan iklas bila tidak dapat dekat padanya.... Biarkan ini menjadi catatan harianku yang akan selalu menanti jawaban .... jawaban aku dan dia menjadi sepasang merpati yang halal hingga dapat pergi kemana saja kita akan melangkah mengarungi dunia.... Ternyata, dia hanya emosi. biasa jiwa muda begitu susah mengendalikan rasa emosi yang mendesir dalam jiwa saat ada masalah yang bertentangan dengan hatinya.
Beberapa hari penyakit ngantuk n bunek kumat... entah apa yang menyebabkannya. Padahal banyak yang harus aku tulis, terumata apa yang aku dapat dari tanah air.... pokoknya bener-bener keterlaluan deh.. ini penyakit. Minum kopi salah satu cara untuk mengusir ngantuk, sedikit dapat mengobatai. nah... suuueneng deh, dengan seribu ide yang tertahan dalam otak sudah ingin bludak mau keluar. tanpa membuang kesempatan aku siap-siap pasang kuda di depan laptop.... Apa yang terjadi pembaca... setelah di depan laptop... semua ide buyar terbang bagaikan kapas beramburan entah kemana.. alias pikiranku bunek... nekk... nekkk Biyuhhhh atiku sremet tenan... udah mata tinggal beberapa watt minta dinina bobokkan tapi kok ya ide pada tidak mau keluar sama sekali. entah sembunyi kemana... semua yang aku rencanakan dalam tulisan hilang. padahal tidak kurang yang bantu aku, terutama sang arjuna yang ada di tanah air, dia setia membangunkan tengah malam tapi kok yo kebangeten habis bangun kembali tidur dekat laptop... weleh...... emang sudah tidak bisa diajak kerja sama tetan ini mata... tolong dong .... siapa yang tahu obat ngantuk itu apa..... hiks... tersiksa deh kalau dikejar-kejar untuk nyerahkan tulisan.... padahal mata dan pikiran yang paling utama .... malah ngambek tidak bisa diajak kerja sama lagiiii komeng..... komeng.......
Negara hongkong kini kembali diserang penyakit dengan nama LAU KAM. Menurut penelitian kedokteran penyakit ini lebih ganas dari SARS dan FLU BURUNG. penyakit yang mengakibatkan meninggal secara tiba-tiba ini kini sudah mendatangkan korban, dan penyakit lau kam ini menyerang daerah Tuen muen daerah terpencinl dekat bukit pegunungan. Gelaja penyakit ini sama dengan gelaja sars, yaitu bersin-bersin dan disertai demam... dan bila sudah fatal akan mengakibatkan kematian. Maka, dari itu dari pihak kesehatan menyarankan kepada seluruh penduduk yang ada di Hongkong supaya tidak mendekat pada orang-orang yang sedang bersin dan bagi yang sakit flu atau bersin supaya memakai masker penutup mulut. Penyakit ini dapat menular dengan cepat, maka dari jangan terlalu lama di tempat-tempat keramaian seperti supermaket, pasar, mall, atau plaza dan taman bunga. karena di situlah tempat banyaknya intraksi penularan secara cepat.... Maka hidup sehatlah jalan satunya mencegah supaya tidak mudah sakit. menjaga stamina tubuh supaya tetap fit dan minum air yang banyak supaya ada terjadi pergantian cairan didalam tubuh. Uwisss ahhhh kesel nulis........ pikiranku kesel tiap hari buat mikir cari ide....... pokoknya pikir sendiri-sendiri yang baca tulisan ini cara terbaik supaya terhindar dari penyakit ya......
Ya.. Robb Berikan kesabaran.... Hati Jiwa Imanku Berikan berjuta kesabaran seperti.... Siti Khadijah.... Umat pilihanMu Mendampingi NabiMu yang penuh kebijakan Aku ingin ... Jiwaku Hatiku Tenang dalam rengkuhan tanganMu yang adil dan kuasa... Aku ingin kesabaran Aku ingin iklas Aku ingin kuat Aku ingin selalu senyum dalam naunganNya...
"Ndok, cepet maem. kae lho ana Iwak laut karo iwak pitek." kata Ibu siang itu. Aku diam, tak ada hasrat untuk jalan menuju lemari makanan. Meskipun hanya mengintip saja. Hasratku makan seketika hilang mendengar lauk ayam dan ikan laut. "Malas makan, bu. ada makanan yang lain tidak, ya?" tanyaku sambil beranjak mengambil remot TV. "Hmm... Ndok, ibu tuh kepingin kamu gemuk. Tidak kurung seperti ini, masak setiap pulang cuti dari Hongkong selalu kurus, apa disana tidak dikasih makan." tanya ibuku sambil bingung melihat aku yang tetap serius diacara TV. "E.. alah. kamu masak lupa dengan kesukaan anakmu to. dia itu sudah bosan makan lauk ayam goreng dan ikan laut. disana setiap hari hampir menjumpai itu. yah, kamu masakkan makanan yang tidak ada aja to.ibune."sambung bapak yang tiba-tiba sudah ada di depan toko. "o'iya. sekarang aku ingat kesukaan si gendok. yah udah aku tak pergi kewarung dulu. Beberapa menit kemudian Ibu datang membawa bungkuran daun pisang. dengan gesit kubuka, karena ingin tahu apa yang ada didalamnya. "Wuiihh.. asyik... ini baru joss... hm... sambel tomat lalapan timun muda, kemangi, gubis muda, dan tempe goreng .... Nah, ini aja cukup ibu tidak usah mewah-mewah kalau masak buatku. sebab tempe makanan kesukaanku selain gurih dan enak banyak proteinnya. "Tempe cinta, julukannya karena ibuku mau membelikan dengan cinta sehingga membawa kenikmatan tersendiri bagiku." Pokoknya lupa segalanya bila aku sedang menghadapi makanan yang tidak seberapa mahal ini. Maksih ya ibu tersayang, jangan lupa setiap hari gorengkan tempe aja bila aku pulang. Jadi tidak usah repot-repot masak tetek bengek sebab tar tidak mungkin aku makan. Tempe makanan kesukaanku no 1 murah meriah khan ..... siapa juga suka tempe...? kita buka pabrik tempe aja yuk he he he tar kalau tidak habis dimakan sendiri... sippp......
SMS UNGKAP HATI (2) “Niwen.. wo… aliyu….. cifen…. “ suara ringtone Hp Ima Dengan cepat tangan Ima mengambil Hp-nya. Tanpa melihat layar monitor langsung menerima dan hanyut dalam percakapan serius dengan orang di seberang. Tidak lama Ima siap-siap keluar kamar hotel setelah menerima telepon. Ima mempercepat langkahnya keluar dari Hotel Meta matra, karena hujan rintik-rintik dengan sedikit lari menuju depan hotel untuk naik mencari taxi. Saat itu pikirannya hanya ingin segera sampai di took gramedia sesuai janjinya dengan temannya. “Taxi…taxi… “teriaknya saat melihat taxi lewat tanpa membawa penumpang. Setelah taxi berhenti, tanpa menunggu Ima masuk sambil menyebutkan tempat tujuannya. Diambil kembali Hpnya dalam tas hitam, kemudian membaca satu persatu SMS yang baru didapat dari Hanif. “Aku harus minta pertimbangan pada orang yang paham dengan masalahku saat ini. Selain itu, aku belum tahu jelas maksud dari SMS yang baru dikirim, jadi aku tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan.” Kata Ima pada diri sendiri. Tanpa disadari taxi sudah sampai didepan took buku gramedia. Kemudian dengan cepat Ima mengambil uang beberapa ribuan lalu diberikan pada sopir taxi. Ima melangkah masuk gramedia dengan langkah cepat karena hujan semakin deras. “Uh… hujan lagi. Pasti banjir akan menggenangi kota besar ini lagi. Bayangan Ima kembali pada bencana banjir yang baru saja terjadi di kota Ngawi, Ponorogo, Madiun dan sekitarnya. Banjir yang sebelumnya belum pernah terjadi kini terjadi tanpa memberi ampun. Bahkan kabar kasak kusuk banjir itu dikarenakan banyaknya hutan yang gundul karena ditebang secara liar. “Weleh..weleh.. ada SMS lagi.” Bathin Ima saat medengar ada suara di Hp pertanda ada SMS masuk. Dengan cepat sambil terus melangkah Ima membuka layar monitor. “Ima, gimana keadaanmu. Laptop belum bisa. Gimana dengan Hanif, aku sangat mendukung bila jadian. Dia baik lho.” Isi SMS dari teman yang juga kenal di dunia maya. Ima diam tanpa meneruskan langkahnya untuk masuk kedalam took. Tanpa sadar kalau dari dalam took Mas Dadang yang mengundangnya ke Jakarta melihat semua gerak-geriknya saat mulai turun dari taxi. Karena asyiknya merenung dengan isi SMS Ima tidak mengetahui kalau Mas Dadang sudah ada di depannya. “Ima, ada yang membuatmu sedih, atau mungkin kamu sakit. Aku melihat sejak tadi kok melihat layar monitor ada apa?” Tanya Dadang sambil terus mencari jawaban dari Ima yang tetap diam membisu. Dengan sopan Dadang menggiring Ima masuk kedalam kantin samping took buku gramedia. Ima mengikuti langkah Dadang dengan mulut tetap terkunci. Pikirannya bingung untuk membalas SMS atau tidak. Bahkan ini isi SMS menyangkut nama Hanif. “Ima, kamu kok diam, sih kalau ada masalah cerita dong. Siapa tahu aku bisa bantu. Tapi aku juga sedikit ngerti dengan apa yang membuatmu begini. Pasti soal cowok, khan?” tebak Dadang sambil melihat daftar menu makanan. “Iya. Kok sampean bisa menebak, ya.” jawab Ima singkat. “He he he aku khan paranormal. Ima, aku minta konsen saja pada tujuan utama kamu apa datang ke Jakarta ini. Selain itu kamu baru mau merintis soal kepenulisan jadi aku tidak ingin kamu gagal dengan rencanamu hanya karena laki-laki.” Nasehat Dadang dengan bijak dengan sedikit cemburu. “Iya, mas. Aku paham dan terima kasih atas pengertiannya. Minta maaf kalau membuatmu kecewa dengan sikapku. InsyAllah aku akan serahkan semua ini padaNya dan aku akan tetap konsentrasi dengan tujuan utamaku datang ke Jakarta. Dengan senyum manis Ima menatap rintik-rintik air hujan yang menempel di kaca jendela dengan membentuk gelembung-gelembung lalu hilang sendirinya. Kini wajah Ima kembali berseri dan segar seperti rintiknya air hujan sebagai saksi bisu. “Aku harus bisa melawan kotoran yang ada di hati, pikiran supaya semua tercapai. Yah, aku harus bisa dan sukses.” ( bersambung )
SMS UNGKAP HATI “Sejak bertemu pertama kali, aku sudah merasa suka sama, mbak. Aku yakin mbak akan bilang, apa kurang perempuan kok suka sama janda. Seperti yang aku dengar saat kita makan di sriratu.” Isi SMS Hanif sore itu. Ima diam. Tanpa sepatah kata keluar dari bibirnya yang mungil. Hatinya bingung dengan apa yang baru dibaca dilayar monitor Hp-nya. Antara percaya dan tidak menari-nari dalam pikirannya yang terus menerawang mengingat kejadian malam itu saat di terminal. Ditaruhnya Hp diatas kasur terbungkus kain putih bersih dan tertata rapi. “Bercanda atau serius, ya. hmmm… tidak mungkin secepat itu dia menyukaiku. Padahal malam itu pertemuan pertama, bahkan juga tidak lama.” Bathin Ima dalam hati sambil terus menatap Hp Ima terus diam tanpa bergerak sedikitpun dari tempat tidur. Hatinya masih ragu untuk membalas SMS yang baru dikirim dari laki-laki yang selama ini dianggap sahabat atau temannya baiknya. Keinginan membalas menuntun tangannya, tapi bingung dengan jawaban tepat untuk diutarakan. Dengan sedikit ragu, tangan Ima kembali mengambil Hp lalu menekan reply untuk membalas SMS. Dengan tangan berkeringat akhirnya mampu menulis kata-kata yang tepat untuk dikirim ke Hanif. “Cintailah masa depanmu, karena itu lebih penting dan perjalanan hidupmu masih panjang.” Balasan SMS Ima. “Alhamdulilah… semoga dia tidak merasa sakit hati dengan balasan SMS kun anti,” kata Ima sambil menatap luar jendela kamarnya. Setelah terkirimnya balasan, ternyata datang lagi SMS demi SMS mengikuti alur cerita SMS pertama. Dengan perasaan tidak jelas Ima berusaha membalas SMS dengan bijak supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Meskipun hati Ima heran dengan apa yang sudah terjadi. “Haruskah aku membalas cintanya? Tapi, mungkinkah dia sungguh-sungguh serius mencintaiku?” Tanya Ima pada diri sendiri. Hanya waktu yang akan menjawab.(bersambung..)
 | GELAR... | Mar 2, '08 11:05 AM for everyone |
"Wah, kalau baru pulang pakai gelar baru, ya." kata beberapa teman pagi itu. "Ups.. gelar apa, sih. Yeee... kuliah aja belum kok ganti gelas e e salah gelar. Minggu ini pertema hari libur setelah kepulangan dari tanah air. Kembali asing tampak didepan mata, seolah harus belajar adaptasi kembali dengan teman-teman FLP maupun teman di DD. Padahal meninggalkan negara naga ini hanya sebulan saja, bagaikan setahun lamanya. Datang dengan membawa beban masalah, kenangan pahit, dan rasa cemburu pada seseorang.Tapi kesadaran hati selalu menghibur supaya dapat mengiklaskan dengan apa yang sudah terjadi di tanah air. Supaya dapat bangkit kembali semangat meniti masa depan yang belum pasti langkahnya. "Siapa sih yang tidak ingin menyandang gelar itu? Pasti semua pada kepingin to. Tuh semua manusia itu butuh berpasangan." komentar dalam hati. Satu kepastian, belajar mencintainya itu lebih baik. Meski belum pasti adanya bulan jatuh pada tangan. Berdoa dan berusaha menjaga hati lebih baik supaya tidak membuat semakin berdosa. Konsentrasi dengan tujuan utama itu lebih bagus, supaya apa yang segala cita-cita dapat berjalan dengan baik dan lancar. Hanya Dia, yang tahu pasti semua ini. Dan Hanya Dia segala penentunya.... Kapan gelar itu disandang membubuhi namaku, hanya Dia segala penentu.... Biarkan semua berjalan apa adanya, dengan kenikmatan yang abadi. meskipun nantinya akan tersakiti oleh kepalsuan cinta manusia yang mudah luntur terbawa jalannya waktu.... Teruntuk dia yang banyak membantu aku selama ditanah air....
Tak terasa sudah sebulan aku mendekam di tanah air bersama orang-orang yang aku cintai. Begitu juga bertemu kangen bersama teman-teman yang kenal di dunia maya dan akhirnya bertemu didaratan. sehingga semakin lengkap sudah rasa bahagia hati ini. Dan kini aku akan meninggalkan tanah air untuk kembali ketanah perjuangan tuk meraih masa depan, yaitu negara Hongkong. Dengan membawa pesan amanah yang harus aku pikul untuk kembali. tepat tanggal 28 pukul lima pagi aku akan tebang menuju jakarta dan lalu ke hongkong dengan pesawat garuda. selamat tinggal negaraku tercinta dan kini jumpa lagi negaraku kedua. sobat-sobat ku di Hk maupun dunia maya kita akan bertemu kembali seperti dulu yang pernah kita lewati.....
Malam ini aku terakhir bisa cuap-cuap didepan computer dengan MP atau YM sebab selasa siang aku sudah terbang bersama kakang garuda ke jakarta lalu singgah satu jam kembali terbang ke juanda Surabaya... "Wuiihhh... menghirup udara tanah air yang aku cintai dan kutinggalkan beberapa tahun lamanya. rasa kangen tersimpan rapi di dalam lubuk hati. terutama kangen dengan putri tercinta. Pasti dia sudah besar dan melebihi simboknya yang super endel he he he... Kepulanganku ini mempunyai banyak program yang harus aku laksanakan. Hanya doa minta pertolongan padaNya supaya diberi kemudahan dan kesehatan dobel ben duo he he he kok kayak laptop aja.. maklum sekarang dalam keadaan cuuuapek dan badan pegal-pegal. Tapi tidak apa, namanya juga kerja.... selain itu amplop merah dari majikanlah yang membuat berkejap-kejap... he he he yang jelas dapat untuk pijet beberapa hari... Singkat waktu karena mata sudah super sepet, pamit kepada teman-teman Mp yang ada di HK dan met jumpa akhir bulan depan... semogaa di indo nanti bisa ngempi deh... meskipun diwarnet atau numpang punya saudara... Oh... garuda bawa daku pergi ke singgasana dengan aman dan damai... Apalagi kalau didampingi pelayan super seksi dan cantik yang ramah tamah ditambah lagi plus pilotnya yang guaaanteng gagah bagaikan gathot kaca he he he.... Pamit kawan-kawannnnnn.......
| |