Blog EntryBIMBANG OLEHNYAJun 24, '07 1:44 PM
for everyone

Malam ini kecewa itu terungkit lagi. aku tidak tahu siapa yang memulai, tapi yang pasti bila aku ingat pengakuannya padaku dulu, hatiku sakit dan kecewa. entah karena awalnya dia berbohong itu yang membuat aku tidak bisa melupakannya.

Entah, aku begitu sulit menerima kejujurannya, apa mungkin karena aku sudah merasa cocok dan bahagia berada bersamanya, trus disaat kecocokan itu dia baru jujur. Aku tidak tahu, yang jelas aku merasa cocok untuk berdiskusi dalam segala hal. Sehingga merasa berat aku melupakannya, toh nyatanya aku belum tahu pasti siapa dia sebenarnya.

Waktu yang akan menjawab siapa dia sebenarnya.....?????

Kadang aku bertanya pada diri sendiri, kenapa aku sulit melupakan kebohongan orang lain padaku. Aku merasakan bahwa kejujuranku tidak ada artinya kalau dibalas dengan kebohongan. Tetapi aku sulit untuk berbuat bohong pada orang lain, karena aku menganggap bahwa kejujuran itu mahal harganya melebihi emas berlian saja.

Tetapi bukan berarti aku tidak pernah berbohong, aku berbohong selalu lihat kondisi dan situasinya. Sebab kadang kala kita dituntut berbohong untuk kebaikan orang lain atau pada diri sendiri. Tetapi bukan berarti trus kita manfaatkan hal itu untuk mencelakakan orang lain.

pertanyaan orang lain yang tidak sengaja membuat hatiku sulit menjawab atau jelasnya bingung menjawab adalah pada saat ada orang kenal padaku trus melemparkan pertanya begini; "Mbak sudah menikah belum?" Dengan begitu bila aku menjawab dengan jawaban bohong pasti akan semakin tumbuh kebohongan yang lainnya. kenapa????

Bila aku jawab: "Aku belum menikah." pasti akan bertanya lainnya, seperti: "Kenapa lom nikah padahal dah waktunya?" Sudah punya pacar belum? dan bla..bla..bla.. pertanyaan lainnya akan datang lagi. Lalu berapa banyak kebohongan yg akan aku jawab.

Aku memang sulit menjawab dengan pertanyaan tentang status. Tapi bila aku jawab dengan jujur, pasti akan ada pertanyaan lainnya muncul yang tidak sengaja mengingatkan kembali masa silam yang pahit dan mengecewakan.

Aku yakin tidak semua wanita mempunyai cita-cita menjadi wanita berstatus janda, tapi kalau memang Allah memberikan takdir seperti itu kita tidak bisa berbuat apa2 selain menerima dengan hati iklas seperti yang aku alami kini. Biar orang bilang apa tentang diriku yang penting aku merasa tidak mengatain orang lain.

Aku hanya berharap semoga Allah memberikan kehidupan yang lebih baik dengan kegagalanku dalam berumah tangga, karena aku berpisah memang bukan atas kehendakku dan suami, tapi keadaan yang telah memisahkan kami.

Sehingga sampai sekarang pertanyaan, kenapa rumah tangga sudah terbangun dengan bahagia ini berpisah, padahal tanpa ada keributan atau masalah.

Tapi aku juga sadar apapun yang terjadi didunia ini sudah kehendak Allah SWT. Kalaupun Allah berkehendak sesuatu pastilah akan terjadi tanpa ada yang bisa mengahalanginya. Ini sedikit arti Al'quran Yunus.....

Oh, Allah memang maha kuasa dan Agung atas langit dan bumi serta seisinya. Amin...

Semoga Allah memberikan jalan terbaik buatku.....Amin...

 

 


lailan wrote on Jun 25, '07
udah deh jangan bimbang. Yang mantap-mantap aja jeng he he
dewayanie wrote on Jun 25, '07
sabar ya wan.... tawakal dan tetap banyak berdoa...:)
(mb nggak bisa kasih masukan banyak nih.... maap ya....?!)
wanailma77 wrote on Jun 25, '07
lailan said
udah deh jangan bimbang. Yang mantap-mantap aja jeng he he
bantu to yunadaaa
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help