"Ndok, BBM naik lagi. jadi bapak dan ibu tidak jadi ke magetan karena perjalanan magetan surabaya pulang pergi habisnya bensin banyak,"isi sms bapak hari lalu.
Geli saat baca sms itu, tapi aku tidak memaksa mereka menjenguk putri, cucunya. Begitu juga saat aku ngecel email wahhh.... banyak memosting kenaikan BBM yang ada di tanah air, aku hanya mengelus dadaku, sedih.
Meskipun demikian, aku hanya bisa berdoa, supaya dapat kembali semula, memang dalam logika mustahil secepat itu akan menurun, tapi karena aku yakin dengan kuasa Allah, pasti suatu saat akan kembali seperti semula.
padahal belum lama aku mendengar dari seorang teman kalau ada warga Semarang telah membunuh kedua anaknya hanya alasan ekonomi yang semakin menghimpit warga miskin terutama. kalau dirasakan oleh orang yang ber-uang juga, tidak seberapa pahit dengan yang dirasakan oleh warga miskin.
begitu juga kejadian tadi saat kepasar, saat belanja sesuai keinginan majikan menu makan malam masak tahu, apa yang terjadi... pasti pembaca bisa menebak, harga tahu naik juga. ini dikawasan pasar Wan Chai tetapi bila di kawasan lain aku tidak tahu.
kalau awalnya tahu yang agak keras satu isis kotak hanya dua dollar sekarang naik tiga dollar, wah... aku hanya bisa geleng-geleng kelapa.. eh kepala.... sama dengan harga BBM di tanah air..
Didalam mobil, aku sama teman yang sama-sama indo mengkruskan harga 2 kotak tahu dengan uang rupiah. wah... harga dua tahu di Hongkong sama dengan harga BBM dapat satu liter seperempat he he he....
jadi ingat pertama kali menginjakkan kaki di Hongkong, juga berbuat demikian. kalau beli apapun selalu aku kruskan dengan rupiah, kalau jadi banyak aku tidak jadi beli. tapi pikiran itu bertahan hanya beberapa bulan, sebab bisa-bisa aku kelaparan karena tidak jadi beli makanan.
Begitu juga dirumah majikanku sekarang. dia menerapkan kalau beli apapun mintanya yang bagus, segar, dan baru meskipun mahal tidak masalah. pedoman ini kupakai khusus buat kebutuhan majikan karena uang dari dia.
Tapi, kalau buat kebutuhanku sendiri jelas tidakkk layau... bisa bangkruttttt kalau aku munya yaubeng yauleng, artinya murah dan bagus sekali.. he he he....
Hongkong maupun Indonesia sama saja... apa2 mulai naikkkkk tut...tut...tut... harga bahan makanan dan kebutuhan lainnya.......