PROMOSI TUTUP
By : N.I.A(ilma)
“ Dimana aku sekarang?” Jumirah bertanya kepada dirinya. Ia tidak tahu tiba saja dirinya berada di tempat yang gelap. Sepanjang mata memandang tak menemukan secercah cahaya sedikitpun. Warna kelam menghadang dari segala penjuru. Kedua kakinya seperti berpijak berjalan di awan. Ia melangkah mengendap-endap sambil meraba-raba dan berharap menemukan sesuatu yang bisa dipegang. Sayang, ia tidak menemukan apapun seperti berada dalam ruang gelap yang tak bertepi dan sendirian lagi.
Jumirah mengendap-endap melangkahkan kakinya pelan-pelan ia rasakan ada desir dingin yang memantul dari sekitarnya. Ia merinding dan bulu kuduknya berdiri.
”Halloooo.....! Ada orang tidakkkk....! teriak Jumirah dengan lantang.
Tiba-tiba sinar putih memancar dengan kuat. Jumirah mencoba menatap sinar itu, tapi tak kuasa. Matanya tak mampu menatap sinar putih yang tajam. Ia memejamkan mata tetapi sinar itu masih menembus kornea matanya.
”Hai... anak manusia! Kenapa kamu teriak-teriak? Tidak ada orang yang akan menolong kamu.” kata Malaikat.
”Siapa kamu? Wujudmu tidak bisa terlihat oleh mata. Kau hanya sebuah bayangan putih bersinar dan dapat bicara.” tanya Jumirah dengan suara gemetar.
”Apakah kamu tidak tahu dimana sekarang? Apakah kamu tidak tahu yang terjadi pada dirimu?” tanya Malaikat itu.
Jumirah bertambah bingung dengan pertanyaan terus memberodong. Tanpa diberi waktu untuk menjawab. Sedangkan Jumirah sendiri tidak tahu dengan keberadaannya.
”Aku tidak tahu sekarang dimana dan aku tidak tahu kenapa sampai ditempat ini. Maukah kamu memberitahu dimana aku berada? Jumirah balik tanya.
”Aku adalah Malaikat yang menjaga tempat ini dan.....
”Apaaaaa...! Kamu Malaikat?” teriak Jumirah keras.
”Wai...! kenapa teriakkk! Bentak Malaikat.
”Siapa yang membawaku kesini? Padahal seingatku, aku bekerja di Hongkong. Majikanku cerewet, pacarku telah berkhianat, dia telah meninggalkanku lalu menikah dengan laki-laki beneran aku...hiks..hiks....hua..hua..hua..
”Diam kamu anak manusia! Tidak ada gunanya kamu menangis, karena kamu lebih memilih mati daripada hidup. Bukankah begitu?
”Hatiku sakit telah dikhianati sama Mersy, dia tertarik pada laki-laki beneran. Aku cemburu melihat dia bahagia dengan laki-laki beneran, lebih baik aku mati.”
”Kemudian kamu terjun dari rumah majikanmu lantai 13. Padahal Mersy itu perempuan, sedangkan kamu juga perempuan. Apakah didunia sudah kehabisan laki-laki? Dan apakah kamu tidak sadar bahwa kamu itu bukan laki-laki.” Tanya Malaikat penuh amarah.
”Memang aku bukan laki-laki yang bisa memberikan keturuan, ini juga salahku telah bercinta dengan sejenisku. Padahal aku tidak bermaksud bunuh diri, aku hanya...
”Hanya latihan terjun, yah? Sergah Malaikat.
”Hai manusia. Apakah kamu tidak ingat pacaran sesama sejenis itu dilarang. Bahkan saat di Indonesia kamu rajin beribadah dan pandai ngaji lalu sampai di Hongkong kenapa berubah. Padahal banyak ilmu yang seharusnya kamu amalkan pada teman-temanmu.” nasehat Malaikat.
”Sudahlah. Kamu sekarang sudah mati karena keinginan kamu sendiri. Sekarang kamu boleh memilih antara surga dan neraka.” kata Malaikat.
”Bolehkah aku melihat dari depan pintu dulu bedanya surga dan neraka?” tanya Jumirah sambil cengar-cengir.
”Boleh saja. Tapi hanya didepan pintu tidak boleh masuk. Sekarang kamu ikuti aku menuju pintu neraka yang ada didepan itu.” perintah Malaikat.
Akhirnya, Malaikat yang menjilma bayangan sinar putih berjalan ke pintu neraka dan diikuti oleh Jumirah dari belakang. Setelah sampai tepat di depan pintu neraka Jumirah melihat seisinya.
”Oh..! Asyik sekaliiii...! Banyak perempuan cantik dan laki-laki tampan sedang berpesta. Bahkan itu lihat, baju mereka serba ketat dan bagus. Woww! Banyak minuman bermerek telah terpajang dalam almari itu.” Jumirah kagum melihat isi neraka.
”Sekarang kamu boleh melihat pintu surga yang ada didepan itu.” perintah Malaikat.
Lalu Jumirah langsung berjalan menuju pintu surga tepat didepan pintu neraka. Pintunya tidak sama dengan pintu neraka, kalau pintu neraka gelap dan lampunya remang-remang tetapi pintu surga terang bercahaya. Kemudian Jumirah mendekat pintu dan melihat kedalam.
”Hmmm... suasananya sepi tidak terdengar musik dangdut atau rock. Tetapi aku hanya mendengar suara ayat-ayat Al’quran dan sholawat mengalun merdu. Bahkan orang-orang itu bajunya serba tertutup dengan satu warna putih saja, tidak warna-warni seperti dineraka. Menjemukan sekali. Aku ingin dineraka saja serba mewah dan penuh pesta.” Minta Jumirah pada Malaikat.
Malaikat memenuhi permintaan Jumirah kembali menuju pintu neraka. Setelah sampai pintu, Jumirah masuk kedalam, tetapi belum sampai masuk kedalam, ia keluar lagi.
”Lho..! Kenapa tidak sama dengan tadi? Penuh pesta dan kemewahan. Apakah kita salah pintu? Lihat tuh yang ada hanya api panas menjulat-julat, bahkan suara musik dangdut dan rock tidak terdengar, tapi aku mendengar suara orang merintih kesakitan dan tangis. Tidakkk...! Aku ingin kembali lagi di pintu surga.” pinta Jumirah.
”Tidak bisa...! Karena promosi melihat pintu surga sudah tutup. Semua sudah terlambat. Siapa suruh kamu bunuh diri dan kamu tahu neraka itu penuh api panas tetapi kamu suka hidup dengan pesta dan kemewahan dunia, padahal dunia hanya bersifat sementara saja. Sekarang masuklah kamu ke neraka.
”Tidakkkkk...! Teriak Jumirah sambil meronta-ronta.
”Gedubrakkkk...! Aduhh.. ! Aku terjatuh dari tempat tidur dan sekarang masih dikamarku. Ternyata kejadian tadi hanya mimpi saja. Alhamdullilah, Allah mengingatkan aku lewat mimpi kalau langkahku selama ini salah. Yah! Aku masih ada waktu untuk bertobat, terima kasih Ya Allah.
”Kringgg.....,” suara alarm HP berbunyi.
”Oh, tepat pukul lima pagi. Aku mau wudhu dan sholat, aku mau bertobat dan memohon ampun sekarang juga, dan aku tidak ingin masuk neraka. Aku yakin Allah maha kuasa dan pengasih akan selalu menerima tobat setiap hambanya.