wana's posts with tag: sms ungkap hati 2

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag sms ungkap hati 2
Blog EntrySMS UNGKAP HATI 2Mar 2, '08 9:41 PM
for everyone

            SMS UNGKAP HATI (2)

“Niwen.. wo… aliyu….. cifen…. “ suara ringtone Hp Ima

Dengan cepat tangan Ima mengambil Hp-nya. Tanpa melihat layar monitor langsung menerima dan hanyut dalam percakapan serius dengan orang di seberang. Tidak lama Ima siap-siap keluar kamar hotel setelah menerima telepon.

Ima mempercepat langkahnya keluar dari Hotel Meta matra, karena hujan rintik-rintik dengan sedikit lari menuju depan hotel untuk naik mencari taxi. Saat itu pikirannya hanya ingin segera sampai di took gramedia sesuai janjinya dengan temannya.

“Taxi…taxi… “teriaknya saat melihat taxi lewat tanpa membawa penumpang.

 Setelah taxi berhenti, tanpa menunggu Ima masuk sambil menyebutkan tempat tujuannya. Diambil kembali Hpnya dalam tas hitam, kemudian membaca satu persatu SMS yang baru didapat dari Hanif.

“Aku harus minta pertimbangan pada orang yang paham dengan masalahku saat ini. Selain itu, aku belum tahu jelas maksud dari SMS yang baru dikirim, jadi aku tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan.” Kata Ima pada diri sendiri.

Tanpa disadari taxi sudah sampai didepan took buku gramedia. Kemudian dengan cepat Ima mengambil uang beberapa ribuan lalu diberikan pada sopir taxi. Ima melangkah masuk gramedia dengan langkah cepat karena hujan semakin deras.

“Uh… hujan lagi. Pasti banjir akan menggenangi kota besar ini lagi.

Bayangan Ima kembali pada bencana banjir yang baru saja terjadi di kota Ngawi, Ponorogo, Madiun dan sekitarnya. Banjir yang sebelumnya belum pernah terjadi kini terjadi tanpa memberi ampun. Bahkan kabar kasak kusuk banjir itu dikarenakan banyaknya hutan yang gundul karena ditebang secara liar.

“Weleh..weleh.. ada SMS lagi.” Bathin Ima saat medengar ada suara di Hp pertanda ada SMS masuk. Dengan cepat sambil terus melangkah Ima membuka layar monitor.

“Ima, gimana keadaanmu. Laptop belum bisa. Gimana dengan Hanif, aku sangat mendukung bila jadian. Dia baik lho.” Isi SMS dari teman yang juga kenal di dunia maya.

Ima diam tanpa meneruskan langkahnya untuk masuk kedalam took. Tanpa sadar kalau dari dalam took Mas Dadang yang mengundangnya ke Jakarta melihat semua gerak-geriknya saat mulai turun dari taxi. Karena asyiknya merenung dengan isi SMS Ima tidak mengetahui kalau Mas Dadang sudah ada di depannya.

“Ima, ada yang membuatmu sedih, atau mungkin kamu sakit. Aku melihat sejak tadi kok melihat layar monitor ada apa?” Tanya Dadang sambil terus mencari jawaban dari Ima yang tetap diam membisu.

Dengan sopan Dadang menggiring Ima masuk kedalam kantin samping took buku gramedia. Ima mengikuti langkah Dadang dengan mulut tetap terkunci. Pikirannya bingung untuk membalas SMS atau tidak. Bahkan ini isi SMS menyangkut nama Hanif.

“Ima, kamu kok diam, sih kalau ada masalah cerita dong. Siapa tahu aku bisa bantu. Tapi aku juga sedikit ngerti dengan apa yang membuatmu begini. Pasti soal cowok, khan?” tebak Dadang sambil melihat daftar menu makanan.

“Iya. Kok sampean bisa menebak, ya.” jawab Ima singkat.

“He  he he aku khan paranormal. Ima, aku minta konsen saja pada tujuan utama kamu apa datang ke Jakarta ini. Selain itu kamu baru mau merintis soal kepenulisan jadi aku tidak ingin kamu gagal dengan rencanamu hanya karena laki-laki.” Nasehat Dadang dengan bijak dengan sedikit cemburu.

“Iya, mas. Aku paham dan terima kasih atas pengertiannya. Minta maaf kalau membuatmu kecewa dengan sikapku. InsyAllah aku akan serahkan semua ini padaNya dan aku akan tetap konsentrasi dengan tujuan utamaku datang ke Jakarta.

Dengan senyum manis Ima menatap rintik-rintik air hujan yang menempel di kaca jendela dengan membentuk gelembung-gelembung lalu hilang sendirinya. Kini wajah Ima kembali berseri dan segar seperti rintiknya air hujan sebagai saksi bisu.

“Aku harus bisa melawan kotoran yang ada di hati, pikiran supaya semua tercapai. Yah, aku harus bisa dan sukses.” ( bersambung )


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help